Bandung – Jajaran pohon pinus yang diselimuti kabut tipis terlihat seperti permadani, meski suasana kelabu tidak menyurutkan keceriaan pengunjung tempat ini untuk sekedar berfoto sambil memandangi curamnya tebing di tempat ini. Tebing Keraton adalah sebuah destinasi baru di kota Bandung dan cocok untuk melepaskan kejenuhan dari rutinitas selama seminggu.

Terletak di Kampung Cihargem, Puncak, Desa Ciburial, Bandung, Jawa Barat tidak terlalu sulit untuk menemukannya karena banyaknya penanda jalan yang dipasang warga di beberapa persimpangan jalan. Lokasi tersebut mudah ditemukan tapi untuk menuju tempat tersebut tidak semudah yang dikira. Akses jalan menuju tebing bisa dibilang masih rusak dan perlu kecermatan dan keahlian untuk mengendarai motor atau mengemudikan mobil menuju Tebing Keraton.

Jika sudah melewati WarBan (Warung Bandrek) berarti sudah dekat ke lokasi, kurang lebih sekitar 2 Km dari tempat WarBan kita akan menemukan pintu masuk ke Tebing Keraton. Dengan membayar Rp.10.000,- untuk parker mobil dan Rp.5000,- untuk parker motor, kita sudah siap menuju Tebing Instagram (Tebing Keraton).

Sebelum masuk, pengunjung juga dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp.11.000,- bagi wisatawan local dan Rp.76.000,- untuk wisatawan mancanegara dan harga tiket tersebut sudah ditetapkan menurut Peraturan Gubernur Jawa Bara N0.26 tahun 2013.
Tebing Instagram begitulah sebutan kami untuk tebing keratin ini dikarenakan banyak sekali pengunjung yang berfoto dengan latar belakang tebing dan diunggah ke social media Instagram. Ada pengunjung yang sekedar melihat2 dan mengambil foto landscape, tapi ada juga yang berfoto untuk berselfie menggunakan tongsis. Memandangi terjalnya tebing keraton sambil duduk di atas batu cukup memacu adrenalin karena tidak didukung dengan pengamanan yang minim. Ujung tebing tersebut hanya dibatasi dengan tali tambang dan bamboo seadanya.

Tebing Keraton (Tebing Instagram) ini baru dikenal sekitar awal Mei 2014, dinamai keraton karena identik dengan kemewahan. Dan memang benar, kemewahan panorama yang terpampang secara alami memang memancarkan kemewahan hasil karya Illahi.
Menyaksikan sunrise dari tebing ini cukup menggoda, sejak jam 05 pagi, sudah mulai banyak pengunjung yang ingin menyaksikan terbitnya matahari, dan sore hari mulai jam 16:00 tempat ini tidak kalah ramainya ketika para pengunjung ingin berburu keindahan langit senja. (NZ/ATL)

 

Photo: Deni Ardiansyah

Bagaimana pendapat Readers?

Loading Facebook Comments ...