Jakarta – Di kawasan Sektor 1 Bintaro, ada sebuah kedai kecil berwarna merah dengan judul Gozaru. Memang papan namanya kecil dan kurang mencolok sehingga butuh perhatian ekstra kalau mau mampir ke sini.

Walaupun begitu, sebenarnya tidak terlalu susah untuk melihat tempatnya karena warna kedainya yang merah menyala. Waktu pertama NN masuk ke dalamnya, terasa nuansa kedai kecil dengan unsur Jepang modern yang cukup kental. Penggunaan partisi kayu serta lukisan membuat kesan nuansa Jepang yang lebih kuat. Tempatnya yang kecil dan cukup nyaman membuat Gozaru juga cocok untuk menjadi tempat santai untuk ngobrol-ngobrol dengan teman.

Menu andalan dari Gozaru sebenarnya adalah yakitori (sate ayam a la Jepang) serta onigiri (nasi kepal a la Jepang).

Pada awalnya di tahun 2009, Gozaru memulai bisnisnya dengan membuka stand gerobak masih di kawasan Bintaro, tapi di Sektor 9. Kemudian sejak April 2010, Gozaru membuka outlet kedai di Sektor 1.

Sejak pindah ke kedai ini, Gozaru menambahkan macam menunya dengan donburi (nasi dengan taburan lauk di atasnya), kari jepang, serta udon. Pada kesempatan ini, NN mencoba mushroom katsu, tuna mayo onigiri, beef katsu curry, yakitori, serta menu yang akan dikeluarkan di bulan Februari ini, yaitu gyu tongue.

Secara umum, rasa yang ditonjolkan cenderung manis gurih karena menurut Echa, sang chef, disesuaikan dengan selera pasar yang lebih kenal dengan rasa fusion ini. Pada awal Gozaru muncul, sebenarnya mereka berusaha untuk menciptakan rasa otentik Jepang yang cenderung menonjolkan kualitas rasa bahan. Tetapi karena rasa fusion kini lebih banyak dikenal masyarakat, khususnya Jakarta, maka mereka mencoba menonjolkan rasa ini juga.

Mushroom katsu disajikan sederhana dengan saus barbeque buatan Gozaru serta mayonnaise. Jamurnya sendiri berupa potongan yang cukup tebal kira-kira seukuran bite size (sekali lahap). Onigirinya memiliki keunikan. Bila biasanya onigiri disajikan tawar, Gozaru menawarkan yang dibakar terlebih dulu di atas bara. Proses pembakaran ini menciptakan aroma khas arang dan didukung taburan wijen yang beraroma. Siraman saus khas Gozaru juga menambah rasa dari onigirinya sendiri. Masih menurut Echa, proses ini juga ditemukan secara tidak sengaja pada saat awal Gozaru terbentuk. Ternyata rasa ini banyak disukai pengunjung.

Beef katsu curry-nya memiliki rasa yang cukup pas. Karena memang kari Jepang itu tidak sepedas kari India, maka di sini pun pedasnya hanya sekedar pedas biasa. Ada sensasi lada dan hanya sebatas itu. Bila dimakan dengan nasi pun rasanya pas, tidak terlalu asin maupun hambar. Kemudian yakitori yang menjadi andalan di sini memang layak menjadi andalan. Yakitorinya sendiri ada tiga macam, yaitu momo (daging paha ayam), negima (daging dada ayam dan daun bawang), serta kawa (kulit ayam). Dagingnya empuk dan didukung dengan siraman sausnya yang memperkaya rasa. Porsinya sendiri terdiri dari lima tusuk yang bisa dikombinasikan sesuai selera.

Sebenarnya ada satu menu lagi yang NN coba, yaitu gyu tongue, lidah sapi dengan bumbu teriyaki. Menu ini akan dikeluarkan mulai Februari ini. Jadi NN berkesempatan untuk icip-icip untuk yang pertama kali. Secara umum memang lidah sapinya masih agak kenyal, tetapi rasanya sudah pas. Menurut NN, menu ini sangat layak untuk dicoba ketika sudah keluar nanti.

Dari segi penampilan atau penyajian menu, Gozaru sudah mampu menampilkan penyajian standar restoran. Mengingat bentuk tempatnya yang cenderung kedai kecil, penyajiannya cukup berada di luar ekspektasi NN. Dengan harga yang cenderung murah, penyajiannya mampu mengangkat image menunya sehingga terasa mendapatkan lebih dari apa yang diharapkan. Harga yang ditawarkan di sini sesuai dengan kantong anak muda, yaitu mulai Rp 8.000,- untuk onigiri, Rp 15.000,- untuk yakitori, dan Rp 22.000,- untuk makan berat seperti donburi, kari, atau udon. Bila Anda memiliki waktu untuk sekedar santai sore atau ingin makan berat, Gozaru ini bisa menjadi alternatif tempat masakan Jepang. Walaupun kedainya tidak seberapa besar, tapi kualitasnya nggak kalah dengan restoran besar.

 

Gozaru Jakarta
Jl. Bintaro Utama Blok P1 No.21
Bintaro Jaya Sektor 1
Jakarta Selatan

Twitter: @gozarujkt

 

 

 

Bagaimana pendapat Readers?

Loading Facebook Comments ...
Loading...