Jakarta – Kenapa naik kelas? Ya karena disinilah kita ga akan nemuin model martabak yang suka kita beli di pinggir jalan. Martabak pake strawberry, martabak pake krim, martabak pake jamur, bahkan martabak noodle (mie) nya pun beda sama yang suka kita bikin sendiri di rumah. Ditambah dengan menikmati martabak ini di kafe dengan suasana yang modern? Ouw semakin naik kelas-lah si martabak ini.

D’Marco; sekilas namanya rada kebarat-baratan dan berbau Italiano padahal D’Marco adalah singkatan dari Martabak dan Coffee. dimana cafe ini didirikan oleh tiga orang yaitu Ika Hendrani, Ira Lathief dan Budiono. Cafe ini emang belum terlalu lama berdiri, tapi keunikan martabak yang disajikan bikin orang penasaran untuk mencoba dan ga sedikit juga yang balik lagi untuk sekedar nongkrong-nongkrong cantik sambil makan martabak (dijadiin cemilan) dan ngopi-ngopi.

Cafe ini tidak terlalu besar tempatnya, tapi tempat ini bisa bikin pengunjung betah untuk nongkrong sambil ngopi dan makan martabak ditambah juga dengan tersedianya LCD Screen di sudut ruangan D’Marco Cafe. 

Kenapa D’Marco milih martabak sebagai menu jagoannya? Karena dengan alasan bahwa martabak itu adalah makanan/jajanan idola masyarakat Indonesia dan selama ini hanya dijualnya di pinggir jalan. Nah dengan alasan itulah D’Marco ingin martabak itu naik kelas menjadi suatu makanan yang bisa dinikmati dalam suasana modern.

Bukan pecinta martabak? Cobain dulu martabak di D’Marco Cafe, siapa tau malah jadi suka sama jenis makanan kaya gini

 

D’Marco Cafe
Jl. H.Agus Salim No.43A (Sabang) 
Jakarta Pusat
 
 

 

 

Bagaimana pendapat Readers?

Loading Facebook Comments ...