NGIDERNGILER.com – Seafood yang termasuk dalam daftar merah itu harus dihindari. Makanan laut dalam daftar merah ini populasinya semakin hari semakin menurun secara serius dan dalam proses penangkapannya mungkin bisa terjadi tangkapan sampingan terhadap satwa yang dilindungi.

Ikan yang dimaksud adalah seperti:

1. Kima Raksasa, Penyu, Telur Penyu (Kode 1)

2. Ketam Kelapa, Lumba-lumba, lobster/udang karang, pari, hiu, hiu paus, tuna sirip kuning, tuna sirip biru, tuna mata besar (kode 2)

3. Napoleon, Triton, Kerapu (kode 2,3)

“Kerapu itu spesiesnya macam-macam, dan saat ini beberapa spesies sudah hilang di beberapa tempat,” kata Imam Musthofa Zainuddin, koordinator nasional program kelautan WWF Indonesia.

Berhati-hatilah, dan perhatikan, saat Anda memilih seafood dari daftar kuning ini. Produk-produk ini seringkali diperoleh dengan cara penangkapan yang tidak lestari, atau tidak ramah lingkungan. Ikan-ikan tersebut adalah:

Gurita (kode 2,3), lencam/emperor, telur ikan, ikan sebelah, ekor kuning, kepiting, baronang, teripang, gerot-gerot/sweetlips, kambing-kambing, kakap, butana, kuda laut, todak, udang, pari (kode 3), dan layaran/marlin (kode 4).

Bila memungkinkan, mintalah seafood yang masih dalam daftar hijau, atau yang tergolong aman ini. Masih banyak jenis ikan yang sehat dan bergizi untuk Anda pilih. Contohnya:

  • Teri
  • Barakuda
  • Mahi-mahi
  • Tongkol
  • Marine Catfish
  • Bandeng
  • Bawal
  • Tola laut/rainbow runners
  • Lemuru/sarden
  • Cakalang
  • Cumi-cumi
  • Bobara/kue
  • Ubur-ubur.

Daftar ini belum lengkap, dan belum berakhir. Jenis ikan yang disebutkan bisa berpindah kategori sewaktu-waktu. Untuk melihat perkembangan terbaru dan resep seafood, silakan kunjungi www.wwf.or.id/seafoodguide, atau www.panda.org. Anda bisa men-download Seafood Guide ini di sana.

Keterangan kode:
1: Spesies dilindungi secara hukum.
2: Perkembangbiakannya lambat dan sedikit, dan rentan terhadap overfishing atau tangkapan berlebihan.
3: Cara penangkapannya sangat merusak habitat.
4: Berbahaya bagi kesehatan karena mengandung ciguatera, atau memiliki kandungan logam berat yang terakumulasi dalam tubuhnya

(Editor: Dicky R)

Bagaimana pendapat Readers?

Loading Facebook Comments ...