Ponorogo – Ada berbagai cara orang melamar pasangannya untuk menikah. Ada cara modern, ada juga cara tradisional. Namun jika melamar dengan semangkuk es dawet, rasanya baru saya temukan di daerah Jabung, Ponorogo, Jawa Timur.

Warung Dawet Sumini terletak di perempatan daerah Jabung. Tak jauh dari Ponorogo kota dengan mengambil arah menuju Jetis. Daerah Jabung memang punya ciri khas dengan adanya warung es dawet yang berjejeran di sepanjang jalan. Berbeda dengan dawet yang pernah saya jumpai, warung dawet di sini jika boleh saya bilang menganut sistem bar.

Penjual dawet yang adalah seorang wanita duduk di belakang meja yang berbentuk “U” persegi. Sementara pembeli datang silih berganti mengelilinginya sambil sesekali menyantap hidangan gorengan yang ada di meja. Pedagang yang umumnya gadis berparas ayu ini juga mengajak ngobrol para pembeli dengan akrab layaknya bartender di sebuah club.

Suasana kekeluargaan yang kental dapat dirasakan di warung ini layaknya warung kopi di Jakarta. Siang itu Mbak Sumini yang sudah 5 tahun berjualan dawet dan rajin menyapa pelanggannya dengan ramah ini memberikan saya semangkuk es dawet yang ditaruh di atas piring kecil (lepek). Tapi saat saya mengambil porsi es dawet saya, lepek tidak diberikan pada saya. Jadi saya hanya diperkenankan mengambil mangkuknya saja dan lepek-nya kembali diambil Mbak Sumini.

Usut punya usut ternyata ini adalah tradisi warga Jabung. Seorang penjual dawet hanya akan benar-benar meletakkan lepek untuk porsi dawetnya pada pembeli jika sang perempuan si penjual dawet tersebut ingin dinikahi oleh sang pembeli. Sayangnya hari itu Mbak Sumini yang berusia 27 tahun dan berparas ayu ini mengambil kembali lepek-nya saat menghidangkan porsi dawet saya.

Bagaimana para jomblo? Mau coba peruntungan jodoh di Jabung?

Warung Dawet Sumini
Jl. Raya Mlakar, (perempatan Desa Jabung)
Dari Ponorogo arah ke Gontor

[widgetkit id=69]

Bagaimana pendapat Readers?

Loading Facebook Comments ...
Loading...