kaimanaPapua Barat –  Kawasan Kaimana, punya keindahan bahari yang tersembunyi.  Beberapa kawasan bahari tersebut tak kalah indah dan eksotik dibanding tetangga mereka, Raja Ampat. Tak heran, kapal-kapal pesiar mewah dari Australia pun kerap singgah di pantai wilayah ini.

Tak hanya berhias pantai dangkal yang jernih dan pasir putih yang lembut, wisata bahari wilayah ini juga menawarkan keindahan terumbu karang yang alami berwarna-warni, dan kaya dengan ekosistem laut khas perairan tepian Pasifik, tebing eksotik, serta benteng-benteng kuno bekas peninggalan Perang Dunia II. Namun sayangnya, potensi besar tersebut belum banyak dilirik investor dan penikmat wisata bahari.

Bupati Kaimana, Matias Mairuma, mengatakan, akan berupaya mendorong optimalisasi pengembangan wisata-wisata bahari di wilayahnya secara lebih baik lagi. Salah satunya mengundang lebih banyak investor dan pengunjung ke wilayah ini. Diharapkan, sektor pariwisata akan dijadikan sebagai salah satu simpul ekonomi guna mengejar ketertinggalan kabupaten tersebut dengan daerah-daerah lain di luar Papua Barat.

Hal tersebut dikemukakan Matias dalam acara diskusi kebijakan daerah yang rutin diselenggarakan Pusat Transformasi Kebijakan Publik (Transformasi) di Graha Iskandarsyah, Jakarta, pekan lalu.

Lebih jauh Matias mengatakan, penikmat wisata bahari dan investor selama ini lebih melihat Raja Ampat. Padahal, bentang wisata pantai seperti di Raja Ampat banyak juga tersebar di Kaimana. Kelebihan lain wisata pantai di Kaimana adalah relatif masih alami dan banyak lokasi masih perawan.

“Karena itu, kami siap mengembangkan kawasan wisata-wisata itu, dan welcome dengan investor untuk masuk dan turut mengembangkannya,” kata Matias.

Namun, dia berharap pengembangan industri wisata bahari di Kaimana tak meninggalkan pemberdayaan masyarakat lokal.Pariwisata yang dikembangkan harus melibatkan masyarakat sekitarnya dan menghargai kearifan lokal masyarakat di Kaimana.

“Kami tidak ingin seperti di Raja Ampat yang meninggalkan masyarakat lokal. Kami ingin wisata di Kaimana dapat turut menyerap tenaga kerja,” lanjut Matias.

Selain dapat memberdayakan masyarakat lokal, Pemerintah Kabupaten Kaimana juga akan mengembangkan wisata alam yang menghargai konservasi lingkungan.

Matias berharap pengembangan wisata tak merusak kelestarian hutan. Bahkan, guna menjaga kelestarian hutan, beberapa obyek wisata pantai tak dihubungkan dengan jalan raya, tetapi melalui jalur laut.

“Jalan raya rawan menjadi alur perusakan hutan. Dengan wisata lewat jalur laut, wisatawan dapat lebih total menikmati bahari Kaimana. Ini seperti yang kami kembangkan di pantai Triton,” kata Matias seperti dilansir dari laman beritasatu.

Ada lima perairan teluk di Kaimana yang berpotensi besar menarik wisatawan, yakni Teluk Bisari, Teluk Etna, Teluk Avona, Teluk Triton dan Teluk Arguni.

Teluk-teluk itu dikelilingi pulau-pulau kecil menawan dengan ombak tenang. Wisatawan biasanya memilih tempat-tempat tersebut untuk menikmati senja yang indah. Keindahan senja di pantai Kaimana pun pernah menginspirasi pencipta lagu, Alfian, untuk menciptakan lagu “Senja di Kaimana”.
alami.

Direktur Eksekutif Transformasi, Nugroho Wienarto, mengatakan, sangat mendukung upaya Pemkab Kaimana mengembangkan wisata bahari berbasis masyarakat lokal dan kelestarian alam. Pertumbuhan ekonomi sudah semestinya tak membuat masyarakat tercabut dari akarnya dan merusak lingkungan.

“Tapi yang juga penting dalam hal ini, Kaimana juga harus siap melakukan promosi yang serius, kontinyu, dan kreatif, yang selama ini masih terasa kurang,” lanjut dia.

Keterpaduan obyek wisata dalam pengembangan wisata juga sangat diperlukan. Terkait dengan hal itu, Kaimana sebaiknya juga menjalin hubungan baik dengan kabupaten-kabupaten lain di Papua Barat, seperti Fak Fak, agar memberikan keragaman obyek wisata bagi pengunjung wisata ke wilayah tersebut, yang umumnya datang dari tempat yang jauh. (Asrul/Muchsen)

Bagaimana pendapat Readers?

Loading Facebook Comments ...