Photo: dairyqueen

Photo: dairyqueen

NGIDERNGILER.com – Cheeseburger asal Amerika sudah jadi makanan global. Terdiri dari roti burger berwijen dengan selipan burger daging dan selembar keju di tengahnya. Ditambah selada, tomat dan acar timun bikin rasanya empuk, gurih dan krenyes enak. Nyam..nyam.. sebentar pun ludes!

Tak hanya fried chicken dan French fries, namun restoran cepat saji juga memasukkan aneka jenis burger ke dalam menunya, termasuk cheeseburger. Umumnya berisi burger daging sapi yang dipanggang, kemudian diberi keju lembaran, lettuce dan tomat. Dinikmati bersama sambal cabai atau saus tomat.

Menurut www.cheese-burger.net, ada banyak versi yang berkembang soal awal mula pembuatan cheeseburger. Salah satunya adalah seorang chef bernama Lionel Sternberger di Pasadena, California, yang membuatnya sekitar tahun 1924. Konon, Lionel diminta seorang tunawisma untuk menambahkan selembar keju pada pesanan hamburgernya. Sejak saat itu, lahirlah cheeseburger yang kini dikenal luas.

4 cheeseburger dari jaringan fast food terkemuka di Indonesia. Dari McDonald’s, A&W, Wendy’s, dan Burger King. Setelah dinikmati, kira-kira mana yang paling empuk, gurih dan enak racikannya?

Pertama, mencoba cheeseburger buatan Burger King. Fast food dengan menu utama burger ini kami beli dengan harga Rp 20.000. Ukurannya sekitar 12 cm dengan roti bertabur wijen di atasnya.

Isiannya berupa daging panggang setebal1 cm, dengan keju cheddar lembaran, acar timun, saus sambal dan mustard. Begitu semuanya digigit bersama, hmm, ada sensasi empuk orti, gurih daging dan renyah acar timun.

Acarnya yang asam menggigit membuat rasanya makin segar. Dagingnya yang dimasak hingga kering berpadu dengan keju yang leleh di mulut. Roti yang berwijen membuat burger ini punya aksen krenyes enak di bagian luarnya.

Roti burger racikan McDonald’s (Rp 17.500) justru tampil ‘gundul’ tanpa taburan wijen permukaannya. Ukuran rotinya juga sedikit lebih tipis, sekitar 2,5 cm. Setelah diamati, burger yang kami dapatkan dipanggang terlalu lama sehingga permukaan rotinya tampak cokelat agak gosong.

Ada selipan keju yang agak kenyal juga ada acar timun, bawang bombay serta saus sambal. Rasanya gurih dengan rasa khas keju yang enak di lidah. Ada semburat rasa manis di akhir.

Cheeseburger buatan A& W tak kalah menarik dengan cheeseburger buatan McDonald’s dan Burger King, Yang ini rotinya juga tanpa wijen, dengan keju yang sangat tipis dan sudah meleleh dan lekat di permukaan daging burger.

Burger seharga Rp. 18.000 ini juga sudah diolesi saus sambal yang lumayan banyak di dalamnya. Hmm, agaknya yang tidak suka saus sambal harus memesan khusus. Karena ukuran keju yang sangat tipis, justru rasa gurih khas kejunya jadi kurang terasa. Ukurannya cenderung lebih kecil dibanding yang lainnya.

Sebagai pembanding, kami juga mencicipi cheeseburger buatan Wendy’s (Rp. 19.000). Tak jauh berbeda, daging burgernya juga kering dan tipis, dengan acar timun, bawang bombay dan juga saus sambal di dalamnya. Rotinya juga polos, tanpa wijen di atasnya.

Keju pada cheeseburger buatan Wendy’s teksturnya lebih kering. Saat digigit, tercecap di lidah rasanya yang gurih enak, berpadu dengan daging dan renyahnya bawang bombay. Acar timun yang asam segar bikin paduan roti, daging dan keju ini makin pas dinikmati.

Hmm, setelah mencicip keempatnya, kami memilih cheeseburger racikan Burger King yang punya rasa paling mantap. Untuk ukuran burger dengan harga terjangkau Rp 20.000, Burger King terasa lebih enak dengan roti berwijen dan kejunya yang gurih enak di lidah.

Nah, Anda tentu punya pilihan sendiri. Cheeseburger mana favorit Anda?

 

Bagaimana pendapat Readers?

Loading Facebook Comments ...