Nasi Jinggo

Bali – Bagi Anda yang pernah berkunjung ke Pulau Dewata tentu pernah mendengar atau bahkan mencoba makanan tradisional yang satu ini. Namanya sangat terkenal di penjuru Bali, bahkan sampai ke luar Bali. Tapi tahukah anda awal mula atau sejarahnya? Lantas apa hubungannya dengan Chef Henry A. Bloem?

Nasi Djenggo. Bagi anda yang pernah mencobanya pasti akan mengakui kelezatannya. Tapi bagi yang belum pernah tahu mengenai makanan satu ini, kami akan sedikit menggambarkannya. Nasi Djenggo dalam bentuk aslinya adalah nasi putih dengan lauk pauk terdiri dari lawar (daging yang dicincang, sayuran, sejumlah bumbu-bumbu dan kelapa), babi guling, sambal dan ayam sisit merah.

Nasi dengan lauk-pauknya ini diperkenalkan pertama kali di awal tahun 1970-an oleh Men Djenggo (Nyonya Djenggo) kepada para pelaut di Pelabuhan Benoa tahun 1970. Itulah sebabnya jenis nasi tersebut dijuluki “Nasi Men Djenggo” (Nasi Nyonya Djenggo). Nasi Djenggo pertama kalinya diciptakan oleh Ketut Ngasti, yang tidak lain adalah ibunda dari dua anak laki-laki, yaitu Henry A. Bloem, yang setelah dewasa lebih populer di Bali dengan panggilan ‘Chef Bloem’, dan Epy Dwipayani. Dari hasil berjualan Nasi Djenggo inilah Ibu Ketut Ngasti membesarkan dan menyekolahkan kedua orang anaknya seorang diri sampai mereka sukses seperti sekarang.

Lalu mengapa hidangan ini dinamakan Nasi Djenggo? Kata Djenggo diambil dari film koboi lama dari Amerika yang berjudul “Django” (dibaca Djenggo) pada awal tahun 1970-an. Film tersebut merupakan film kesukaan puteranya, Henry. Dan nama ini jugalah yang digunakan para tetangga sebagai julukan buat si Henry kecil sampai hari ini.

Sekarang, setelah tampil sukses sebagai salah seorang jurumasak terbaik Indonesia yang berasal dari Bali, Chef Bloem juga menyajikan Nasi Djenggo di restorannya yang baru bernama Bloem’s The Waroeng. Restoran ini didedikasikan kepada kedua orang tuanya, Ibu Ketut Ngasti dan mendiang ayahnya, Buddy A. Bloem.

Di restoran tersebut, Chef Bloem, yang menjabat Vice President Indonesian Chef Association (ICA) periode 2007-2012, menawarkan berbagai hidangan Asia maupun Barat. Hidangan unggulan dari The Waroeng antara lain adalah Djenggo Nasi Goreng, yang merupakan kreasi baru dari Nasi Djenggo asli dengan nasi goreng khas Indonesia, serta Sop Buntut ala Bloem.

Penasaran ingin mencoba Nasi Djenggo warisan Ibu Ketut Ngasti? Kalau anda sedang bepergian ke Bali singgahlah ke Bloem The Waroeng di Jl.Uluwatu II No. 38, Jimbaran. Bahkan bila anda sedang beruntung anda dapat bertemu muka dengan Chef Bloem, dan mungkin bertanya secara langsung mengenai sejarah lahirnya Nasi Djenggo.

Nasi Jenggo Ibu Ketut Ngasti
Jl. Uluwatu II No.38
Jimbaran
Bali

Bagaimana pendapat Readers?

Loading Facebook Comments ...