Ekspor kopi gayo mencapai 50 ribu ton per tahun
Kenikmatan kopi arabika asal dataran tinggi Tanah Gayo, Aceh, diminati oleh kalangan konsumen dan penggemar minuman kopi di sejumlah negara terutama masyarakat di kawasan Eropa dan Amerika Serikat.

“Minat pasar kopi dunia terhadap kopi Gayo asal Aceh Tengah dan Bener Meriah terus meningkat dari tahun ke tahun,” kata Musta Ali, Ketua Forum Kopi Aceh (FKA).

Menurut Mustafa, saat ini harga kopi produksi petani di dataran tinggi “Tanah Gayo” terus beranjak naik pascapanen awal tahun 2012. Biji kopi arabika jenis asalan kini Rp 43.000 per kilogram sedangkan untuk gabah Rp 25.000 per kilogram.

Sementara untuk jenis kopi yang sudah siap dipasaran dengan kandungan airnya berkisar 13 – 14 % sekarang harganya telah menembus Rp 48.000 per kilogram.

“Kenaikan harga itu justru membuat para petani kopi di dataran Tanah Gayo semakin bergairah untuk bercocok tanam komoditas ekspor itu,” katanya menjelaskan.

Hingga saat ini, Mustafa menyebutkan bahwa tanaman kopi dengan luas areal mencapai 48 ribu hektare itu digarap oleh sekitar 33 ribu kepala keluarga masyarakat petani di Aceh Tengah.

Sedangkan di Kabupaten Bener Meriah, luas lahan kopi mencapai 39 ribu hektare dengan keterlibatan petani penggarap sekitar 29 ribu KK tersebar hampir seluruh kecamatan di wilayah itu.

“Artinya, tanaman kopi menjadi andalan utama pendapatan masyarakat di dua daerah lumbung kopi di Aceh itu,” kata Mustafa Ali menambahkan. (beritasatu.com)

 

Bagaimana pendapat Readers?

Loading Facebook Comments ...