Males Gerak adalah Perilaku Jaman Milenial

0

NGIDERNGILER.com – Berprofesi sebagai kurator untuk kuliner membuat kebiasaan makan gak terkontrol sama sekali, makanan jenis apapun harus dicoba dan terkadang dimakan kalau lagi lapar banget. Mulai dari steak, makanan bersantan, iga, buntut dan lain-lain langsung masuk ke dalam perut.

Dikala tidak sedang dinas, lebih sering menghabiskan waktu di depan tv sambil main handphone, nonton tv atau baca koran online dan hampir dibilang jarang banget bergerak ataupun sekedar lari-lari kecil di pagi hari. Kalau sedang tidak dinas hobi yang lain adalah memesan makanan secara online, padahal terkadang yang dipesan pun seperti martabak manis yang penuh dengan mentega ataupun wysman untuk sekedar mengisi perut di malam hari.

Pergerakan paling jauh ketika sedang tidak dinas adalah hanya ke tetangga, itu juga tetangga sebelah rumah dalam cluster yang jumlahnya hanya 35 rumah. Untuk membeli sesuatu ke minimarket tidak pernah sama sekali jalan kaki ataupun hanya sekedar naik sepeda, selalu minimal naik motor ataupun mobil.

Betul-betul seperti orang malas rasanya kalau mengingat kebiasaan ketika lagi tidak dinas. Tapi sedikit tertolong kalau lagi muncul rasa rajinnya yaitu gosek wc, nyapu, pel dan cuci piring, tapi kalau lagi malesnya keluar, lebih milih duduk santai di depan tv sambil makan cemilan dan main handphone sambil milih makanan yang mau di delivery.

Adakah diantara kamu yang punya kebiasaan atau gaya hidup seperti  yang diceritakan diatas? Nah itu namanya sedentari atau jaman milenial menyebutnya malas gerak a.k.a mager

Di jaman milenial ini semua-semua serba dipermudah bukan? Malah mau beli pulsa handphone aja ga usah kemana-mana cukup buka handphone untuk isi pulsa handphone, lalu beli pulsa listrikpun semua lewat handphone malah sampai ada perusahaan e-commerce yang menyediakan pulsa listrik dengan harga discount dan yang pasti ini membuat semua orang berlomba-lomba membeli pulsa secara online (tidak bergerak kemana-mana), membayar  tagihan apapun semua bisa dengan handphone. Dan yang lebih canggihnya lagi, sekarang sudah mulai ada belanja sayur online! Mungkin di era masa depan, kita ga akan pernah liat lagi tukang sayur yang berkeliling dari rumah ke rumah deh. Cocok deh istilah dunia hanya ada di dalam genggaman

Perilaku sedentari ini memang terlihat sederhana dan sepale dan gak banyak orang yang aware sama perilaku mager ini. Efeknya bukan 1 minggu, 2 minggu ataupun 1 tahun tetapi mungkin 5-10 tahun kemudian.

Beberapa tahun terakhir ini, saya cukup sering mengalami sakit di kepala dan selalu enak kalau di urut di bagian leher dan beberapa bulan lalu mulai sakit pinggang ketika bangun dari duduk untuk berdiri. Banyak teman yang bilang kalau saya mempunyai kolesterol tapi saya ga terlalu ambil pusing karena gak terlalu sering dan biasanya sakit itu muncul kalau sudah mengkonsumsi daging yang berlemak, iga, buntut ataupun seafood.

Sakit pinggang ketika mau bangun dari duduk akhir-akhir ini agak cukup menggangu karena pergerakan gak bisa cepat dan selalu berhenti dulu untuk meluruskan punggung ketika akan memulai jalan. Dalam hati kadang suka berpikir, mungkin hal ini muncul karena memang usia yang semakin bertambah dan mempunyai profesi yang orang bilang adalah dream job karena bisa keliling tempat untuk mengkurasi suatu makanan dan mendapatkan bayaran pula.

Bulan Juni kemarin, saya mendapatkan undangan untuk hadir ke suatu acara yang cukup menarik bernama Indonesia Tangkal Kolesterol karena selain GRATIS, disana ada layanan pemeriksaan cek kolesterol gratis serta informasi mengenai apapun mengenai kolesterol. Rasa penasaran pun semakin memuncak ketika melihat ada wanita-wanita cantik dan pria-pria ganteng berjas putih duduk di depan meja sedang menjelaskan sesuatu dengan cukup detail kepada seorang ibu-ibu yang habis di cek kolesterol dalam darahnya.

Sepertinya ini kesempatan baik untuk mengetahui kadar kolesterol dalam darah saya, karena beberapa keluhan sakit leher dan sakit pinggang yang selalu saya abaikan karena terlalu malasnya untuk memeriksakan kesehatan.

Akhirnya sayapun memberanikan diri untuk berhadapan dengan seorang wanita cantik berjas putih dan meminta untuk cek kolesterol dalam darah. Gak ada rasa sakit ketika diambil darah, lalu darahpun masuk ke suatu alat yang mengeluarkan hasil secara digital. Lalu wanita cantik berjas ini pun menjelaskan kepada saya bahwa kadar kolesterol dalam darah saya cukup tinggi yaitu 218 m/dl dan disarankan untuk lebih peduli pada kesehatan tubuh serta lebih mengatur gaya dan perilaku hidup. Karena ambang batas kadar kolesterol dalam darah manusia adalah 240 m /dl saja dan jika lebih dari itu, maka orang tersebut berpotensi pada penyakit jantung koroner hingga stroke.

Ketika wanita berjas ini bercerita, pikiran saya seolah dibawa kembali kepada kebiasaan kesehariaan saya yang jauh dari kata SEHAT, padahal sewaktu jaman sekolah dulu saya adalah orang yang tidak bisa diam. Wanita berjas ini pun menyarankan untuk lebih banyak mengkonsumsi air putih minimal 2 liter sehari, mengurangi rokok dan alcohol. Bagi saya untuk mengurani kecanduan terhadap nikotin lebih berat tapi demi untuk hidup lebih sehat saya harus berusaha keras meskipun sulit.

Di dalam acara Indonesia Tangkal Kolesterol ini selain kita bisa cek kolesterol gratis, ada juga penjelasan dari dokter-dokter muda seperti dr. Vito A. Damay, Sp.JP(K) dkk yang menjelaskan tentang bahayanya kolesterol dalam darah yang bisa berakibat pada penyakit lain yang kritis seperti jantung koroner, stroke ringan hingga berat. Malah jika kolesterol dalam darah yang menumpuk terus menerus, dan kita tidak pernah peduli akan hal itu ada kemungkinan terjadi penyumbatan pembuluh darah hingga pecah pembuluh darah.

Silent Disease atau penyakit yang pelan-pelan namun menakutkan! Ngeri kan?

Di B-Fit 2.0 ini diajarkan oleh Instruktur Cathy untuk melakukan gerakan-gerakan sederhana untuk di rumah ataupun di kantor agar tidak terkena penyakit males gerak. Gerakannya cukup sederhana dan bisa diikuti oleh semua usia, tapi kalau repetisi nya ditambah, gak akan dipungkiri keringat akan keluar.

Rasa takut mulai menyelimuti diri sendiri ketika semua penjelasan secara medis sudah dipaparkan oleh para ahli di acara Indonesia Tangkal Kolesterol, rekomendasi untuk mengkonsumsi Nutrive Benecol untuk menurunkan kadar kolesterol jahat yang ada di dalam darah.

Karena acara ini juga didukung oleh Nutrive Benecol dan ada booth yang menjualnya, maka saya coba untuk membeli 3 pack sekaligus (1 pack isi 6) yang rekomendasinya adalah dikonsumsi 2 botol perhari.

Hingga saat ini (sekitar satu minggu), saya sudah habis sekitar lebih dari 3 pack, dan yang saya rasakan terhadap sakit pinggang sudah dibilang tidak pernah terasa lagi, dan untuk nyeri di leher berangsur-angsur hilang dan pusing ketika bangun tidur sudah tidak ada. Dan yang paling penting, sudah hampir 2 minggu saya sudah berhenti merokok dan sudah kembali bergerak seperti jogging kecil dipagi hari atau sekedar jalan kaki untuk belanja ke mini market.

Bagaimana dengan hasil cek kolesterol dalam darah saat ini, memang belum diperiksakan lagi karena baru minggu depan saya baru sempat untuk pergi ke laboratorium. Saya rasa dengan mengkonumsi Nutrive Benecol si kecil ajaib ini (yang isinya hanya 1.7ml/saji) membuat saya semakin dekat dengan rasa sehat.

Buat kamu yang mempunyai gaya hidup seperti saya, mungkin ada baiknya periksakan kadar kolesterol dalam darah segera ke laboratorium, daripada keburu stroke? Lebih repot lagi kan.

Hanya hal simple yang harus kita lakukan untuk mencegah rasa malas gerak ini, yaitu: mengubah gaya hidup serta harus mau bergerak demi kesehatan diri sendiri serta rajin mengkonsumsi Nutrive Benecol untuk membantu mengontrol kadar kolesterol dalam darah.

Kalau saya suka rasa Nutrive Benecol rasa strawberry, kalau kamu gak suka rasa strawberry, masih ada kok rasa lain seperti Blackcurrant, Orange dan Lychee.

Untuk rasa semuanya terserah kamu, tapi yang penting kamu harus tetep sehat demi bisa menikmati indahnya dunia.

Mampir juga ke akun social media Nutrive Benecol  di InstagramTwitterFacebook untuk baca-baca artikel soal kesehatan lainnya, (adv)

 

Apa Komentar Kamu?