Solo – Brownies adalah makanan manis yang akrab dengan masyarakat luas, tapi kalo Brownis Batik pasti baru denger kan? Dikenal sebagai nama Brownies Batik yang berdiri awal bulan Desember 2011 dimana pencetusnya yang bernama Dian Pratama (21 thn) mulai mendirikan usaha ini dibantu oleh beberapa teman-temannya.

Brownis Batik saat ini baru mempunyai 1 outlet di bilangan kota Solo dan akan terus dikembangkan di kota Solo itu sendiri dan sekitarnya.

Sistem pemasaran yang dipakai oleh Brownies Batik adalah menggunakan fasilitas social media networking, dan yang dipakai adalah twitter. Selain menjual melalui outlet nya, banyak juga konsumen yang memesan Brownies Batik melalui twitter @browniesbatik ataupun melalui telepon

Konsep awal didirikannya Brownies Batik adalah ingin membudidayakan batik yang sudah mendunia dan seperti yang kita tahu bahwa Solo juga merupakan daerah yang terkenal dengan membatiknya. Disinilah Brownies Batik yang dimana isinya adalah anak muda ingin melestarikan & mempopulerkan batik melalui cara dan media yang berbeda.

Dari ide tersebutlah Dian Pratama langsung mengeksekusi untuk membuat Brownies Batik dengan latar belakang pembuat roti di usaha sebelumnya. Keunikan lain yang di tonjolkan oleh Brownies Batik adalah dari cara pengukusan yang menggunakan arang sehingga matangnya Brownies lebih merata dan bau-nya yang khas. Hal ini yang membuat citarasa brownis tetap terjaga dan daya tahan bisa lebih lama dibandingkan menggunakan proses biasa.

Harga yang ditawarkan-pun cukup terjangkau, dengan kisaran Rp. 20.000,- / kotak rekan-rekan bisa membawa Brownies Batik yang sensasional ini, jadi mari kita lestarikan & kenali budaya batik melalui inovasi Brownis Batik yang pertama di Solo.

 

Brownies Batik
Jl.Basuki Rahmat 17
Solo

Penulis: Ardo V.

[widgetkit id=143] 

Bagaimana pendapat Readers?

Loading Facebook Comments ...
Loading...