NGIDERNGILER.com – Salah satu indicator tempat makan itu menarik atau tidak adalah banyak tidaknya pengunjung yang rela antri untuk mencicipi makanan/minuman yang disajikan.

Kepuasan terhadap makanan yang disajikan suatu tempat makan, para pembeli akan kembali dan kembali lagi dan kegiatan viral marketing mengenai kelezatan makanan di tempat tersebut akan disampaikan kepada teman-temannya.

Cita rasa adalah hal yang dicari oleh pembeli, meski tempat makannya ramai, harus antri saat makan dan terburu-buru karena ada pembeli lain yang antri pula, maka orang lain akan bali lagi karena sensasi tersebut yang bisa bikin cita rasa dianggap lezat.

Jaman sekarang mungkin bisa dibilang untuk menghabiskan uang harus mengantri, hal tersebut bisa dialami jika kita diharuskan mengantri dan mengambil nomor antrian ketika ingin makan di salah satu restoran di mall. Tapi tidak sedikit juga kedai-kedai makanan kaki 5 yang selalu antri dan terkadang berada di dalam antrian itu mempunyai sensasi dan cerita tersendiri sebelum menikmati hidangan yang disajikan.

Ternyata menurut penilitan bahwa citarasa itu dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu: lingkungan tempat makan, teman kita makan, suasana, suara (musik). Lingkungan tempat makan kita apakah mendukung untuk kita bisa menikmati makanan tersebut atau tidak bisa membuat citarasa menjadi baik. Jangan salah, teman kita makan juga bisa mempengaruhi citarasa, coba bayangkan jika kita makan dengan teman yang sedang berselisih maka citarasa makananpun akan tidak karuan. Mungkin alunan musik percaya dan tidak percaya bisa mempengaruhi citarasa, kita akan bisa merasa rileks dan santai sehingga makanpun semakin banyak.

Sanggupkah kamu mengantri demi suatu makanan favorit? (DC/RCH)

Bagaimana pendapat Readers?

Loading Facebook Comments ...
Loading...