NGIDERNGILER.com – Sop Janda, sop sejenis apa sih? Jangan dulu berpikir aneh dengan merek dagang yang satu ini, karena ‘janda’ yang disertakan bukanlah seorang wanita yang tidak bersuami, melainkan hanya gabungan dari kata Jawa dan Sunda. Nama janda memang sengaja dipakai untuk menarik konsumen agar tertarik mampir dan mencicipi masakan khas kedai ini. Bagi pecinta masakan pedas, kedai ini bisa jadi pilihan.

Kedai ini dikelola oleh Joko Suprianto. Saat Kabari mampir, Joko menjelaskan sedikit tentang asal mula dibukanya kedai ini. Seorang pengusaha beranama Purwadi Sarmanto, pertama kali mencoba membuka usaha kedai sop di Lampung lima tahun lalu, karena banyak pelanggan yang suka ia pun mengembangkannya di Bekasi, Jakarta Timur, Karawang hingga Purwakarta.

Bahkan kini sudah punya 15 cabang yang masing-masing dipercayakan ke anak buah, termasuk kedai yang di Kalimalang, Jakarta Timur, dikelola oleh Joko.

Keunikan sop Janda adalah tingkat rasa pedas sesuai permintaan pengunjung. Pengunjung bisa memesan sop dari yang pedas, super pedas dan diatasnya super pedas. Rasa pedasnya berasal dari cabai rawit dan aneka bumbu rempah rahasia.

“Sopnya bisa dipesan tergantung selera. Tinggal pilih mau sop daging atau sop iga goreng. Kuahnya beda dengan sop yang lainnya” jelas Joko, pada Kabari.Pengunjung yang datang akan menemukan daftar menu yang unik, seperti Sop Janda, Sop Janda Heboh, Paket Sop Janda Keren, Mie Janda Super Pedas dan Ketupat Janda, Sup Buah Janda Centil, Jus Terong Janda Belanda, Jus Janda Daun Muda.

Pedas, Panas dan Kecut

Satu porsi sop daging dihargai Rp 20.000, dan untuk nasi putih boleh diambil menurut selera, karena pelanggan boleh ambil sendiri, mau banyak atau sedikit harganya hanya Rp 3.000. Satu mangkuk sop berisikan, 3-4 potong iga sapi yang diguyur kuah panas, ditaburi bawang goreng dan daun bawang. Rasanya gurih, pedas dan agak kecut tapi segar.

Selain sop janda, rumah makan itu juga menyajikan gurihnya sop iga bakar. Daging yang sajikan seukuran telapak tangan orang dewasa. Daging iga bakar saat dikunyah, dagingnya begitu lembut.

Sop Janda bukan hanya menyediakan hidangan dari daging sapi. Tapi, bagi penggemar ayam tidak usah khawatir, Sop Janda juga menyediakannya, yakni ayam goreng organik. “Kami pakai ayam kampung, bukannya ayam broiler, makanya kami namakan ayam goreng organik. Cara masaknya sama, hanya saja rasanya lebih meresap dan sambalnya juga khas Sop Janda,” ujar Joko.

Kedai ini buka mulai pukul 8.00 – 22.00 setiap hari. Waktu jam makan siang, banyak karyawan, keluarga atau pengguna jalan raya Kalimalang yang mampir. Tapi ternyata bukan hanya penasaran, banyak juga yang mengaku dapat rekomendasi dari kerabat dan teman, kalau sop di kedai ini rasanya enak. “Ini pertama kali saya ke sini. Kata teman sih enak, jadi ngga ada salahnya saya mampir sekalian sama teman-teman. Dan memang enak. Ngga kecewa deh” papar Yanto yang datang dengan dua rekannya.

Berbeda dengan Yani, ia mampir ke kedai ini karena penasaran. Mahasiswa yang hobi makan ini merasa tertantang dengan nama ‘sop janda’. “Seperti apa sih rasanya, emang beneran janda yang jualan? Bingung aja awalnya, jadi bikin tambah penasaran. Dan akhirnya coba. Lumayan enak, rasanya beda dari sop yang pernah aku makan. Rasa pedas dan kecutnya bikin nagih” paparnya.

Sop Janda
Jl.Raya Kalimalang No 5
Pondok Kelapa
Jakarta Timur

 

 

 

Bagaimana pendapat Readers?

Loading Facebook Comments ...