Cirebon РSalah satu makanan khas Cirebon yang hampir punah adalah sate kalong. Sate Kalong bukanlah berasal dari daging kelelawar (kalong) tapi dinamai demikian karena penjual satenya hanya keluar saat malam seperti kalong. Padahal sate kalong berbahan dasar daging kerbau yang digiling. Karena digiling maka dagingnya bukan ditusuk tapi tampak seperti ditempel disutuk sate dan dibentuk pipih memanjang. Perlu keahlian yang mumpuni ketika menempelkan daging giling ke tusuks sate itu karena kalau tidak maka dagingnya akan lepas ataupun jatuh.

Karena bentuk sate kalong yang tipis memanjang, sate ini hanya dibakar sebentar diatas arang membara setelah itu sate dilumuri dengan sambal kacang yang terbuat dari campuran kacang dan dage (sejenis tempe) yang telah dihaluskan bersama gula dan garam. Sambal ini dicairkandegan sedikit air rebusan urat daging kerbau. Sambel sate kalong ini punya cita rasa manis, dan bagi yang suka pedas, bisa ditambah sambal dari cabe yang dihaluskan bersama garam dan gula.

Sate kalong ini biasanya disantap bersama lontong, atau kalau mau juga bisa disantap dengan nasi. Diantara pegadang sate kalong, selain menjajakan sate kalong mereka juga menjajakan sate urat daging kerbau. Sate ini berbeda dengan sate kalong karena rasanya asin gurih. Tekstur sate urat daging hampir mirip dengan kikil sapi tapi lebih kenyal. Untuk mendapatkan urat yang layak untuk dijadikan sate urat daging kerbau, butuh waktu lebih dari 4 jam untuk merebusnya.

Makanan ini sudah lama melalangbuana di kota Cirebon, namun sekarang sudah jarang dan agak sulit ditemui. (DC/RCH)

Bagaimana pendapat Readers?

Loading Facebook Comments ...