Jangan kaget kalau ternyata Semur bukanlah makanan asli Indonesia

Chef Ragil Imam Wibowo mengatakan bahwa Semur adalah bukan makanan asli Indonesia. Semur adalah hasil persepsi bangsa Indonesia dari hidangan tradisional Belanda yang bernama hachee. Hachee itu sendiri adalah hidangan daging rebus yang dipotong-potong kadang juga bisa menggunakan ikan, daging burung dan sayuran. Bumbu dasar dari makanan itu adalah bawang dan rasa asam (biasanya didapat dari cuka atau wine). Cengkeh dan daun salam ditambahkan ke dalam kaldunya yang kental

Hachee adalah cikal bakal makanan yang bernama semur. Dalam versi Indonesia, semur ini memakai bumbu bawang merah, bawang putih dan ditambahan berbagai rempah-rempah lain untuk menguatkan rasa seperti pala, cengih, ketumbar dan kayu manis. Kemudian semur menjadi istimewa karena memakai kecap sebagai penguat rasa manis yang legit dan member warna coklat yang bisa menggugah selera.

Kenapa kecap?
Kecap itu ide dari orang Indonesia yang berimajinasi bagaimana membuat warna coklat di hidangan semur. Pada hachee, warna coklat yang didapat itu berasal dari brownstock (kaldu dari tulang sapi yang dibakar). Orang Indonesia lalu mencari-cari, apa kira-kira yang bisa member warna dan rasa yang diinginkan.

Lalu terbayanglah kecap, maka kecap untuk hidangan semur ala Indonesia sangat lazim sekali.

Semur kemudian melekat menjadi tradisi bangsa Indonesia., dan menjadi menu favorit setiap keluarga Indonesia. Menu ini hadir dengan inovasi bumbu dan topping yang beraneka ragam. Jika awalnya semur identik dengan daging sapi, Anda bisa menemukan semur daging kambing, ayam, telur, tahu, tempe, terong, dan bahkan ikan. Dan semuanya lezat!

Bagaimana pendapat Readers?

Loading Facebook Comments ...