Semur Daging | Photo: Google

Indonesia dari dulu terkenal sebagai Negara/daerah yang punya kekayaan rempah-rempah dan letaknya ada di tengah-tengah jalur perdagangan dunia. Malah bangsa Belanda menyebut Indonesia sebagai ‘The Best Emeralds’. Kekayaan akan rempah-rempah itu mengundang minat berbagai bangsa untuk datang ke Indonesia untuk melakukan ekspedisi.

Peran Indonesia dalam perdagangan rempah-rempah dianggap besar oleh berbagai bangsa dan dianggap juga sebagai produsen utama dari rempah-rempah. Salah satu rempah-rempah asal Indonesia yang terkenaladalah pala dan cengkih yang sangat mudah ditemukan di Kepulauan Maluku.
Pada jaman dulu wilayah Maluku dikenal sebagai penghasil rempah-rempah seperti Cengih dan Pala. Cengih adalah rempah-rempah yang sudah dikenal ribuan tahun sebelum Masehi. Sedangkan lada yang dikenal sebagai penguat rasa dihasilkan di wilayah Jawa dan Sumatra. Gak aneh Indonesia sangat menarik minat para pendatang dari berbagai bangsa karena lokasinya yang strategis.

Menurut Dr. Phil Lily Tjahjandari bahwa rempah-rempah Indonesia awalnya dibawa sebagai komoditi perdagangan oleh bangsa India ke wilayah Timur Tengah dan Eropa. Bangsa Eropa lalu mulai menjelajah Indonesia untuk mencari rempah-rempah untuk pengobatan dan citarasa makanan.

Ekspedisi bangsa Eropa diawali bangsa Portugis, Belanda, Spanyol dan Inggris di awal abad 16. Para pendatang dan pedagang dari Eropa itu masing-masing membawa budaya dan mulai berbaur dengan masyarakat Indonesia pada saat itu. Pembauran itu lalu menciptakan interaksi budaya dan mengembangkan berbagai tradisi nusantara yang istimewa termasuk bidang kuliner tentunya. Khasnya rempah-rempah Indonesia dipadukan dengan teknik dan variasi pengolahan makanan maka dihasilkanlah hidangan yang bernama semur
Perpaduan dan interaksi antara masyarakat Belanda dan Indonesia dalam pengolahan makanan membuat semur menjadi lebih berwarna. Pengolahan Eropa dihasilkan dari penamaan masakan daging rebus yang biasa disebut ‘smoor’ (*belanda) menjadi ‘semur’ (bahasa serapan).

Smoor itu sendiri dalam bahasa Belanda adalah masakan yang sudah direbus dengan tomat dan bawang secara perlahan. Semur Indonesia dapat diterima oleh lidah orang Belanda dan menjadi menu utama dalam budaya Rijstafel Belanda.

Rijstafel adalah konsep penyajian makanan lengkap ala restoran di Eropa yang dimulai dengan hidangan pembuka, hidangan utama sampai hidangan penutup. Tapi hidangan yang disajikan bukanlah hidangan eropa tapi menu makanan Indonesia dimana nasi sebagai makanan utama yang dipadu dengan lauk pauk

Seiring waktu, semur lalu menjadi tradisi bangsa Indonesia dan dihidangkan dalam berbagai acara adat. Pada masyarakat Betawi menjadikan semur sebagai bagian dari tradisi yang selalu ada ketika lebaran atau acara perkawinan. Semur ternyata tidak hanya terkenal di Betawi, tapi muncul juga di Kalimantan dan Sumatra yang dimana citarasa dan tampilannya pun disesuaikan dengan selera masyarakat setempat.

Sedangkan Chef Ragil Imam Wibowo mengatakan bahwa beberapa jenis hidangan dan teknik memasak di Indonesia sedikit banyak dipengaruhi oleh banyak bangsa. Namun yang benar-benar orisinil yaitu bahan dasar yang memang asalnya dari Indonesia, tapi karena adanya interaksi budaya itulah maka kekayaan kuliner Indonesia punya ciri khas yang unik.

Lili Tjahjandari juga menambahkan bahwa berdasarkan sejarah di Indonesia, Semur sudah menjadi kuliner turun temurun di Indonesia dan setiap daerah punya karakter masing-masing dalam mengolah serta menyajikan hidangan ala semur.

Semur sangat lekat sekali dengan masakan rumahan yang bisa membuat nostalgia penikmatnya akan kampong halaman masing-masing yang dimana bahan dasar semur berisi rempah-rempah di Indonesia seperti cengkih, lada, pala dan kecap manis.
Tidak hanya daging ayam, sapi, semur pun bisa diganti dengan sumber protein lain seperti tahu, telur, tempe, bahkan jengkol yang dipadukan dengan kentang dan sayuran-sayuran lain.

Budaya membuat semur, sekarang harus mulai dibangkitkan kembali karena makanan ini sangat Indonesia sekali dan tradisi membuat semur jangan sampai putus ditengah jalan. Penting sekali untuk generasi masa kini adalah tumpuan kelanjutan dari tradisi bangsa di masa depan. Maka dari itu penguasaan pembuatan Semur harus lebih di tingkatkan supaya tradisi kuliner ini dapat selalu terjaga.

Siapa lagi yang harus menjaga kelestarian tradisi kuliner Indonesia selainkita?

Mari kita jaga kelestarian semur sebagai warisan tradisi kuliner Indonesia yang tersebar ke seluruh pelosok Indonesia…

Bagaimana pendapat Readers?

Loading Facebook Comments ...