Ternyata Cuanki itu Menggunakan Bensin dan Solar

0
Semangkok Cuanki. Image by: eddydye on instagram

Pasti semuanya udha familuar sama yang namanya CUANKI yaitu bakso yang punya ciri khas dipikul dengan bentuk pikulannya kecil / mini.

Kenapa dinamai CUANKI? Sampai berita ini ditulis, masalah penamaan ini merupakan perdebatan yang tidak ada ujungnya. Namun menurut Kang Ayi (salah satu tukang Cuanki yang kami temui) bahwa CUANKI adalah singkatan dari “Cari Uang dengan Berjalan Kaki”

Menu yang ada di tukang CUANKI pasti semuanya sudah gak aneh lagi. Isi dari pikulannya itu adalah bakso, kulit pangsit dan tahu terkadang mereka juga menyediakan mie instan.

CUANKI ini sebenernya mirip Bakwan Malang atau bisa disebut juga Bakwan Malang versi Sunda, cuma bedanya yaitu kalau Bakwan Malang rasanya manis sedangkan CUANKI identik sama rasa asam / cuka.

Kang Ayi juga menjelaskan bahwa ciri khas tukang cuanki adalah pikulannya yang tidak terlalu tinggi alias ceper karena kita pake kompor kecil. Dulu pake minyak tanah, sekarang karena minyak tanah susah maka kita ngoplos sendiri untuk kompor. Mengoplos bensin dan solar untuk kompor dengan perbandingan solar 6 liter dan bensin 1 liter. Nah hasil oplosan itu cukup untuk berjualan sekitar 5 hari.
Seringkali Kang Ayi ditanya oleh pengawas SPBU kenapa dirinya suka membeli solar, saya bilang aja “Buat kompor jualan Cuanki” tapi kalo yang sudah kenal penjaga SPBU nya tidak pernah nanya lagi karena mereka tau saya Tukang Cuanki, jelas Kang Ayi.

Pikulan Tukang Cuanki

Berikut ada 8 fakta menarik tentang tukang Cuanki yang mungkin lepas dari perhatian diantaranya yaitu;

  1. Pikulan nya berbentuk kecil / mini / ceper
  2. Kalau ngerebus mie instan suka sama bungkusnya
  3. Kalau bulan Puasa, tukang cuanki berjualan sampai menjelang sahur.
  4. Lebih terasa nikmat kalau makan menggunakan mangkoknya penjual (coba aja kalau gak percaya)
  5. Disamping pikulan (biasanya sebelah kanan) terdapat kotak yang dibuat dari jerigen putih yang di potong setengah (kok bisa seragam)
  6. Ada kotak satu yang bahannya sama dengan pikulan tapi jarang banget dibuka dan itu kita bilang adalah kotak misteri.
  7. Irama ketukan memukul alat ketokan selalu sama.
  8. Kalau lagi ditunggu suka susah dicari tapi sebaliknya, kalau lagi gak niat beli maka tukang cuanki suka lewat.

Nah begitulah beberapa hal yang bisa menambah wawasan dan informasi tentang tukang Cuanki dan beberapa faktanya.

Lalu bagaimana dengan pedagang cuanki yang tidak menggunakan pikulan? Apakah masih layak disebut CUANKI juga?

Isi Artikel merupakan tanggung jawab Penulis dan apabila ada sanggahan (penambahan ataupun pengurangan) dari Pihak ke-3, silahkan bisa menghubungi info[at]ngiderngiler.com
Kontak ngiderngiler.com
Redaksi: klik disini
Media Partner: klik disini
Press Release: klik disini

Klik disini untuk menonton “NGIDERNGILER THE SERIES” terbaru.

Apa Komentar Kamu?