NGIDERNGILER.com – Olahan hati sapi cukup digemari. Hidangan ini pun banyak dijumpai di beberapa rumah makan, mulai yang kelas bawah hingga kelas atas.

Memasak hati sapi bisa langsung ditumis bersama bumbu, tetapi hati sapi yang mentah relatif lebih sulit dipotong secara rapi, dan tidak ajek ketika diiris. Begitu juga ketika diaduk, agak menempel di wajan.

Karena itu beberapa resep masakan menyarankan agar hati direbus dulu, setidaknya setengah matang. Beberapa lagi menyarankan agar disangrai dahulu.

Sebetulnya perebusan dan penyangraian selain mempermudah pemotongan dan pengadukan juga untuk mengurangi bau amisnya. Karena ketika direbus atau disangrai, kita bisa menambahkan jahe atau salam.

Orang Indonesia punya banyak masakan yang dibuat dari hati sapi. Masakan western atau masakan Asia lain tak banyak atau malah tak ada yang menggunakan hati sapi.

Mengolah hati sapi bisa dalam bumbu tradisional seperti sambal goreng, rendang, dendeng balado, atau masak kecap. Dalam olahan yang sederhana, bisa dibuat saus tiram hanya dengan bumbu bawang putih dan jahe.

Untuk bahan lainnya, hati sapi paling enak dikombinasikan dengan kentang, sayuran keras seperti buncis, kacang merah, atau kerecek.

Memasak hati sapi yang harus diperhatikan adalah jangan merebus terlalu lama agar tidak semakin keras. Jangan memotong dalam potongan yang terlalu tebal agar proses pematangan dan peresapan tidak butuh banyak waktu.

Hati sapi kaya akan manfaat bagi kesehatan. Pada sebagian orang, makan hati sapi cukup dianjurkan, karena kandungan hati sapi memang mengandung zat besi yang tinggi.

Zat besi adalah unsur penting dalam pembentukan sel darah merah, karena itu hati bagus dikonsumsi mereka yang memiliki kadar haemoglobin (Hb) rendah.

Kandungan hati sapi yang juga mengandung vitamin A, vitamin B12, asam folat, vitamin C, fosfor, seng, dan zat besi, bagus dikonsumsi mereka yang dalam masa penyembuhan dari sakit dan ibu hamil. Hati juga dipercaya mengandung zat kolin yang berperan penting untuk perkembangan fungsi otak. Karenanya, bagus untuk dikonsumsi anak balita.

 

Penulis: M.Nazriel

Bagaimana pendapat Readers?

Loading Facebook Comments ...