Ekowisata Mangrove Karangsong, sarat Unsur Edukasi & Ekonomis

0

Indramayu – Konservasi dan rehabilitasi lingkungan gak hanya memberikan dampak positif untuk alam tapi juga memberikan konstribusi yang signifikan untuk memajukan ekonomi masyarakat. PT. Pertamina lewat unit pengolahan RU VI Balongan mewujudkan kegiatan tanggung jawab sosial dan lingkunan untuk pembangunan berkelanjutan dengan menanam dan merabilitasi mangrove di Pantai Karangsong, Indramayu.

Dimulai sejak tahun 2010, ketika hasil survey lapangan menemukan adanya kerusakan pesisir pantai akibat abrasi. Hal ini membuat PT. Pertamina untuk berperan aktif untuk melakukan konservasi di Pantai Karangsong lewat program CSR Pertamina Hijau.

Perkembangan mangrove di Pantai Karangsong sangat pesat, dari program CSR Pertamina di tahun 2010 sudah melaukan 5000 bibit mangrove, tahun 2012 menanam 10.000 bibit mangrove dan untuk tahun 2015 ada 1000 bibit (600 bibit mangrove, 400 bibit cemara, ketapang dan widuri laut) dan total keseluruhan hingga tahun 2017 sudah lebih dari 50.000 mangrove di kawasan Pantai Karangsong dan bibit-bibit itu tumbuh dengan sendirinya.

Kawasan Pantai Desa Karangsong dikenal juga sebagai Pusat Ekosistem Mangrove Karangsong dan menghadirkan berbagai kegiatan yang dapat dinikmati masyarakat. Beberapa kegiatan yang bisa diikuti oleh masyarakat Indramayu adalah menanam mangrove, workshop tentang mangrove, kelas kuliner hingga panggung hiburan dan bazzaar. Selain menanam mangrove, masyarakat luar Indramayu juga merasakan pengalaman berkeliling kawasan wahana Ekosistem Mangrove ini.

Dengan berkembangnya pengetahuan masyarakat  sekitar akan pemberdayaan mangrove ditambah dengan adanya workshop mengenai tour guide diharapkan dapat melahirkan pramuwisata Indramayu yang handal dan profesional. Harapan setelah diadakan pelatihan ini, pengunjung yang datang ke Ekowisata Mangrove bukan hanya membawa kenang-kenangan foto tapi membawa ilmu dan pengetahuan tentang mangrove, flora dan fauna yang berada disana serta manfaat dari tanaman bakau itu sendiri. Dan dengan dengan adanya keterlibatan masyarakat Karangsong dan Pabean Udik dalam pengelolaan pariwisata bisa mendorong pesona Ekowisata Mangrove dengan efek yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar yaitu peningkatan ekonomi dan kesejateraan kelompok.

Tujuan program ini dari PT. Pertamina adalah memberdayakan masyarakat dan lingkungan dengan fokus pada pengelolaan mangrove di Pantai Karangsong yang juga menjadi ikon wisata Indramayu. Program CSR Pertamina Arboretrum Mangrove di Indramyu ini mendapatkan reaksi positif dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan mengantarkan RU VI Balongan berhasil meraih PROPER EMAS.

Tertarik untuk mencoba melakukan ekowisata mangrove? Gak ada salahnya mencoba untuk mencoba bukan. (dc/rac)

Apa Komentar Kamu?