Braga Weg

Braga Weg, Kawasan Spot Foto sejak tahun 1882

By

Kawasan spot foto yang ada di tahun 1882. Dengan nuansa klasiknya dan nuansa mencekamnya.  Braga Weg atau Jalan Braga di juluki sebagai jalan culik, jalan yang angker, yang kerap menghilangkan banyak orang dan juga banyak nyawa orang. pada saat agresi militer. Jalan ini menjadi rawan untuk dilewati baik dari Belanda maupun dari Indonesia.

Jalan Utama Kota Bandung ini sudah ada sejak zaman pemerintahan Hindia Belanda. Jalan ini pun menjadi pusat anak-anak muda Bandung untuk menghabiskan waktu malam minggu mereka.

Jalan Braga adalah jalan bersejarah yang dahulunya pernah dikenal sebagai Paris Van Java. Nama dari jalan ini tetap dipertahankan karena, begitu banyak kenangan yang tersirat dari terusan jalan menuju gedung Konferensi Asia Afrika ini.

Saat ini jalan ini dijadikan sebagai sebuah jalan protokoler di Bandung.

Menurut catatan sejarah. Jalan Braga sempat di juluki sebagai jalan culik, jalan yang angker, yang kerap menghilangkan banyak orang dan juga banyak nyawa orang. Apalagi, saat agresi militer. Jalan ini menjadi rawan untuk dilewati baik dari Belanda maupun dari Indonesia

Bila dilihat dari bahasa, jalan ini pun berasal dari bahasa sunda yaitu, Ngabaraga. Arti dari bahasa ini adalah bergaya. Bisa dibilang, sejak dahulu braga dikenal sebagai pusat kota yang mempunyai banyak pertokoan untuk bergaya. Karena itulah, ngabaraga menjadi nama dari kawasan yang saat ini terkenal dengan bangunan-bangunan tua.

Pada tahun 1882, Asisten Residence Belanda yang bernama, Pieter Sitijhof memberikan nama baru bagi jalan ini dengan nama Bragaweg. Tidak hanya namanya saja tetapi, tampilan dari kawasan ini pun dirubah. Asisten Residence menambahkan beberapa batu kali dan dihiasi dengan beberapa lampu minyak.

Andai saja demam selfie dan foto sudah hadir sejak zaman dahulu. Pasti saat ini kita akan tahu, kawasan spot foto yang ada di tahun 1882. Dengan nuansa klasiknya dan nuansa mencekamnya.

Setelah dipoles dengan sedemikian rupa, kawasan ini semakin dimintai oleh berbagai tamu negara Hindia Belanda yang berkunjung ke Bandung. Seperti negara-negara di Eropa, Belanda, Cina, dan orang-orang Indonesia sendiri. Mereka seakan terpesona dan terbius dengan tampilan baru.

Di beberapa kota peninggalan kolonial ada yang menggunakan nama Weg dan Street, bedanya apa coba?

 

 

 

Bagaimana Menurut Kamu?

You may also like

Hot News