Sejak awal tahun 2020 dunia digemparkan oleh wabahnya COVID19 (Corona Virus Disese 2019) yang berdampak lockdown di beberapa negara.

Semua negara terkena dampaknya dengan adanya perintah lockdown oleh pemerintah masing-masing kepala negaranya dan di Indonesia sendiri terkena kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) demi mencegah penyebaran virus corona.

Akibat dari PSBB di Indonesia ini di beberapa kotanya yang paling terasa adalah dampak ekonomi. Perintah dari pemerintah untuk Work from Home menyebabkan banyak kantor-kantor terutama perusahaan swasta merumahkan pekerjanya sementara hingga sampai pemutusan kerja atau PHK.

Berawal dari sinilah, Anggita Tiara Citra (24 tahun) dan beberapa temannya Fanny, Ardian dan Iqbal yang juga terkena dampak dari COVID19 mempunyai ide yang cemerlang untuk tetap bertahan di masa pandemic.

Anggita yang masih belum berkeluarga dan perantau saja merasa terdampak, apalagi ke-empat temannya yang lain yang terkena pemutusan hubungan kerja itu sudah berkeluarga (dan kepala keluarga) pasti merasakan dampaknya yang teramat sangat.

Anggita, Fanny, Ardian dan Iqbal yang dulunya bekerja di sebuah perusahaan pembiayaan (WOM Finance) bahu membahu mencari peluang penghasilan di masa pandemic dan akhirnya mereka memutuskan untuk menjalankan bisnis sebagai kurir makanan dikarenakan di masa pandemic ini bisnis yang masih berjalan yaitu bisnis makanan.

Awalnya Anggita hanya menawarkan jasa kurir makanan itu melalui Grup WhatsApp teman-temannya dan kebetulan banyak juga teman-teman Anggita yang menjalankan / mempunyai bisnis makanan.Semakin lama, semakin banyak orderan untuk menggunakan jasa Anggita c.s, malah sempat dalam 1 hari mendapatkan 700 chat untuk orderannya.

Baca Juga:  Dengan SJ Travel Pass, bisa traveling sepuasnya dengan Sriwijaya Air

Dengan peluang yang ditekuni sejak Mei 2020 , Anggita dan teman-teman menjalankan jasa kurir makanan dengan harga yang cukup murah dibandingkan dengan kurir-kurir yang sudah kita tahu sebelumnya.
Dengan tarif yang flat menjadikan banyak peminat yang menggunakan jasa PHK Express (begitu Anggita menyebutnya). Hingga hari ini, driver di PHK Express sudah berjumlah 20 orang dan mungkin akan bertambah mengikuti kebutuhan dari pelanggannya.

Untuk coverage areanya sendiri cukup luas yaitu Kotamadya Bandung hingga Cimahi*

Anggita sendiri di Kurir Express murni membantu teman-temannya yang terkena PHK itu dan 100% pembayaran diserahkan kepada driver di PHK Express karena Anggita sendiri masih menjalankan konsultan dan agen tunggal alat-alat geofisika di PT. Anugrah Multi Instrumen.

โ€œKalau PHK Express bisa membantu para pengusaha UKM dan saudara-saudara kita yang terkena dampak ekonomi dari COVID19, mungkin kedepannya bisa menjadi lapangan pekerjaan baruโ€ tutup Anggita di wawancara by phone dengan ngiderngiler.com. Anggita juga merupakan alumni dari Institut Teknologi Sumatera Fakultas Tehnik Geofisika angkatan 2013.

Berminat menggunakan jasa PHK Express, bisa langsung hubungi nomor iniย (klik disini)

 

 


Note: NGIDERNGILER.COM memiliki fitur Multi User Generated, maka setiap artikel adalah tanggung jawab penulis


 

 

Bagaimana Menurut Kamu?