Rindu Tak Bertepi di Kraton Jogjakarta dan Taman Sari

By

"Pulang ke kotamu, Ada setangkup haru dalam rindu. Masih seperti dulu, Tiap sudut menyapaku bersahabat Penuh selaksa makna. Terhanyut aku akan nostalgia, Saat kita sering luangkan waktu Nikmati bersama Suasana Jogja"

Jogjakarta, salah satu kota yang membuatku jatuh cinta pada pertemuan pertama. Kembali ke Jogja seperti pulang ke rumah dan selalu membuatku ingin pulang dan pulang lagi.

Awal Februari 2019 lalu, saya kembali mengunjungi Jogja setelah sekian lama. Jogja yang menjadi persinggahan saya selama hampir 8 tahun mengecap pendidikan membuat saya jatuh cinta pada kota yang dijuluki kota pelajar itu.

Kedatangan saya ke Jogja kali ini tidak sendiri, kebetulan saya membawa putri sulung saya yang berusia 14 tahun. Saya ingin mengenalkan Jogja sekaligus menularkan kecintaan saya pada kota Budaya ini.

Selama 4 hari kami berada di Jogja. Dalam perjalanan dari Jakarta hati sudah membuncah ingin segera tiba dan melihat kota tercinta. Tentunya banyak perubahan disana sini, time flyes.

Saya tidak berharap melihat Jogya sama seperti Jogya di awal saya kuliah. Jaman berkembang, begitu juga dengan teknologinya.

Kalau dulu, setiap saya hendak pulang ke Jakarta atau kembali ke Jogja, saya harus mendatangi travel agent bus atau kereta untuk memesan tiket perjalanan.

Terkadang sudah jauh-jauh datang tapi ternyata gak kebagian tiket alias sold out. Wahh kalau sudah begitu rasanya geloo (kecewa) sekali.

Tapi sekarang segalanya jadi lebih mudah, sejak adanya teknologi internet segala urusan pemesanan tiket baik kereta, bus maupun pesawat bisa melalui aplikasi atau website dari penyedia maskapai.

Begitu pula ketika saya memutuskan untuk mengunjungi Jogja, Saya melakukan pemesanan melalui tiket online untuk memesan PO pahala kencana Traveloka.

Prosesnya mudah, selain simpel juga hemat waktu karena Saya tidak perlu mendatangi agen perjalanan.

Begitu juga kalau kita memerlukan jasa trip ke berbagai tempat wisata, semua bisa dilakukan secara online.

Hari pertama Saya tiba di Jogja, Saya membawa putri Saya mengunjungi Kraton Jogjakarta dan Taman Sari. Dengan alasan karena kedua lokasi objek wisata tersebut berdekatan.

Pukul 10 pagi kami sudah tiba di Kraton Kasultanan Jogjakarta dan langsung membeli tiket masuk seharga Rp10.000. Tidak banyak yang berubah ketika kami memasuki Kraton. Bangunan Kraton terawat rapi, beberapa guide professional menyambut kami dan menawarkan untuk berkeliling.

Kraton Jogja secara fisik memiliki tujuh komplek inti yaitu Siti Hinggil Lor (Balairung Utara), Kamandhungan Lor (Kamandungan Utara), Sri Manganti, Kedhaton, Kamagangan, Kamandhungan Kidul, dan Siti Hinggil Kidul (Balairung Selatan).

Selain itu Kraton Jogja memiliki berbagai warisan Budaya, baik yang nerbentuk upacara maupun benda-benda kuno bersejarah.

Disisi lain, Kraton Jogja juga merupakan suatu lembaga adat lengkap dengan pemangku adatnya. Oleh karena itu tidak heran jika nilai-nilai filosofi juga mitologi menyelubungi Kraton Jogja.

Puas berkeliling Kraton, hari sudah semakin siang tapi Saya putuskan untuk mengunjungi Taman Sari dulu baru istirahat makan siang. Jarak dari Kraton ke Taman Sari tidak begitu jauh, sekitar 600 meter.

Taman Sari (Water Castle) Ngayogyakarta adalah situs bekas taman atau kebun istana Kraton Jogja. Dibangun pada zaman Sultan Hamengku Buwono I (HB I) sekitar tahun 1758-1765.

Dahulu, mendapat sebutan “The Fragrant Garden” yang memiliki luas lebih dari 10 hektar dengan sekitar 57 bangunan baik gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air dan danau buatan.

Namun yang tersisa sekarang hanya beberapa bangunan saja dan kolam pemandian yang menjadi objek wisata.

Selepas dari Kraton dan Taman Sari, kami menuju Malioboro untuk beristirahat makan siang. Karena masih ada waktu, rencananya kami akan mengunjungi Candi Prambanan yang berada di kecamatan Prambanan, Sleman, Jogjakarta.

Perjalanan dari Malioboro menuju Candi Prambanan kami tempuh dengan menggunakan jasa angkutan taksi online. Kurang lebih 45 menit kami tiba di komplek Candi Prambanan.

Dengan membayar tiket sebesar Rp150.000/orang untuk tiket terusan. Tiket terusan yaitu tiket yang berlaku untuk dua tempat wisata candi Prambanan dan candi Borobudur. Karena hari menjelang sore, kami putuskan untuk memgunjungi Borobodur keesokan harinya.

Perjalanan masih panjang, simak terus perjalanan seru ngiderngiler.com di perjalanan yang lain.

Bagaimana Menurut Kamu?

You may also like

Hot News