Ki Hajar Dewantara bukanlah nama yang asing di telinga masyarakat Indonesia. Bapak Pendidikan Indonesia ini mengenalkan slogan-slogan pendidikan seperti ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, dan tut wuri handayani. Namun, ide-ide pendidikan Ki Hajar Dewantara tidak hanya dituangkan dalam ketiga slogan tersebut, ia memiliki metode lainnya. Salah satu metode pendidikan yang kemudian diangkat menjadi tema gelaran seni dalam Festival Kebudayaan Yogyakarta 2019 (FKY 2019), ialah wirama, wirasa, dan wiraga.

Wirama, wirasa, dan wiraga lebih dikenal dalam metode seni tari. Masing-masing istilah tersebut bermakna keteraturan, keindahan, dan kelembutan. Maksud Ki Hajar Dewantara membentuk metode tersebut dalam bidang pendidikan bukan untuk mendidik anak menjadi seniman. Ia ingin menghidupkan dan mengembangkan penghayatan estetis peserta didik. Sebab, melalui seni, pelajaran mengenai etika, norma, serta perilaku dapat diajarkan dan lebih dihayati. Ketiga elemen tersebutlah yang akan membentuk peserta didik menjadi insan seutuhnya serta siap membangun bangsa dan negara.

Metode tersebut dimanifestasikan dalam gelaran seni yang mulai diadakan pada Senin (8/7) hingga hari penutupan FKY 2019 (21/7). Sejalan dengan tema besar FKY 2019, yaitu Mulanira, melalui gelaran seni tersebut masyarakat diajak untuk menilik kembali peninggalan berharga Ki Hajar Dewantara yang masih sangat relevan untuk diterapkan pada masa kini.

Wirama
Program ini hadir sebagai upaya untuk memaknai ulang prinsip Wirama sebuah pendekatan dalam praktik dan pemaknaan seni di Yogyakarta. Beberapa pertanyaan yang hadir dalam keseharian seperti, produktivitas, budaya serba cepat dan alon-alon waton kelakon, serta ritme kehidupan kota akan dimunculkan sebagai suatu bentuk dialog dalam wujud pameran seni rupa.
Pameran Wirama sendiri dibuka pada Senin (8/7) pukul 16.00 WIB bertempat di Museum Sonobudoyo, Jalan Pangurakan no 6. Pameran seni rupa FKY2019 yang berlangsung hingga 16 Juli 2019 ini, buka pada pukul 10.00 hingga 21.00 WIB. Selain pameran, program Wirama juga menghadirkan tur pameran diadakan pada hari Jumat (12/7) dan Sabtu (13/7) pukul 15.00. Adapula kunjungan ke studio seniman, yaitu studio milik Nasirun dan Dyan Anggraeni. Kunjungan diadakan pada hari Minggu (14/7) pukul 10.00 WIB. Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi Elizabeth (081288022792).

Wiraga
Alun-alun Kidul sebagai sebuah situs publik yang bersejarah selalu menjadi ruang pertemuan yang unik dan dapat terus dimaknai sesuai konteks zamannya. Berangkat dari hal tersebut, program Wiraga ingin menghadirkan bagaimana pertemuan budaya tradisi dan budaya massa dalam ruang yang cair.
Aktivasi program Wiraga yang berupa instalasi seni publik mobil kayuh digelar bersamaan dengan Pagelaran Wayang Kulit di Sasana Hinggil Dwi Abad, Senin (8/7) pukul 19.00 WIB. Pameran seni instalasi publik yang merupakan hasil kolaborasi dengan Paguyuban Mobil Kayuh ini menitikberatkan pada
kebudayaan tradisional aksara Jawa yang ditampilkan dengan unsur kebudayaan kontemporer melalui medium rupa dan cahaya. Program Wiraga berlangsung hingga 21 Juli 2019 di Alun-Alun Kidul.

Wirasa
Dengan memaknai ulang metode pendidikan Sariswara yang telah diterapkan oleh Ki Hadjar Dewantara, program ini akan menghadirkan proses belajar melalui seni. Pengetahuan yang terkandung dalam lagu-lagu yang pernah dituliskan dalam metode Sariswara akan ditembangkan ulang dengan cara yang berbeda. Dengan melibatkan praktisi musik yang memiliki karakter khas dalam masing-masing praktiknya, program ini akan menyuguhkan rangkaian proses belajar maupun hasil atas proses tersebut, sebagai pertunjukan yang dapat dinikmati sekaligus oleh publik secara luas.
Dengan demikian, maka program Wirasa berfokus pada musik dan komposisinya. Program ini meliputi Lokakarya Komposisi Musik yang berlangsung di Museum Dewantara Kirti Griya, Jalan Taman Siswa no 25 Wirogunan Mergangsan dari tanggal 8 hinggal 15 Juli, pukul 12.00 – 17.00 WIB. Peserta lokakarya akan diajak untuk menggubah komposisi Kinanthi Sandhung dengan berbagai genre music, atau menciptakan lagu dolanan anak. Hasil dari lokakarya akan dihadirkan dalam Konser bertajuk Sari Swara yang berlangsung di Pendopo Taman Siswa, pada tanggal 16 Juli 2019, pukul 19.00 WIB.


Agenda FKY2019 :
1. 4 Juli 2019 – Pawai Pembukaan
2. 8 Juli 2019 – Pembukaan Pameran seni Wiraga-Wirama-Wirasa
3. 10-12 Juli 2019 – Layar Tancep Patmasuri
4. 13 Juli 2019 – Pesta Rakyat Kampung Terban
5. 15 Juli 2019 – “PANGGIH”
6. 16 Juli 2019 – Konser Sari Swara
7. 17 Juli 2019– Teater
8. 18 Juli 2019 – Pementasan kolaboratif Letto
9. 19 Juli 2019– Panggung Kontemporer: Lintasan
10. 21 Juli 2019 – Penutupan FKY 2019

Informasi Lebih Lanjut Dapat Menghubungi:

SEKRETARIAT
Gedoeng Rembulan
Area Kampoeng Mataraman
Panggungharjo, Sewon, Bantul
Daerah Istimewa Yogyakarta 55188

Website : www.infofky.com
Facebook Page : Festival Kebudayaan Yogyakarta
Instagram : @infofky
Twitter : @infoFKY

Bagaimana Menurut Kamu?