Solusi Sakit Maag

Chung Yang, seorang profesor terkemuka dan John L. Colaizzi selaku ahli farmasi mengatakan bahwa generasi millennial mengonsumsi kopi lebih banyak daripada generasi lain, untuk meningkatkan produktifitas mereka.

Kapan terakhir minum kopi ?  Buat para peminum kopi pasti jawabannya “Barusan banget”. Karena generasi millennial memang sudah akrab dengan minuman yang namanya kopi, disetiap kesempatan pasti minum kopi seperti nongkrong bareng teman ataupun meeting di luar kantorpun selalu di coffee shop sambil minum kopi. Seorang penimum kopi millennial rata-rata menghabiskan 3-4 cangkir kopi setiap harinya.

Apakah kamu pernah membayangkan seorang barista yang harus melakukan kalibrasi mesin kopi sebelum kedai kopi dibuka setiap harinya. Cangkir demi cangkir dia coba demi mendapatkan kopi yang sesuai dengan standar rasa yang dia buat. Hal itu tentu menjadi tantangan sendiri buat lambung tentunya apalagi minum kopi sebelum makan pagi. Sudah tentu profesi Barista menjadi sangat potensial kena penyakit maag.

Keseharian Barista dibalik membuat sebuah kopi memiliki fakta menarik. Setiap pagi seorang barista harus melalukan kalibrasi mesin kopi sebelum kedai kopi dibuka, Saat pagi hari dan mencoba beberapa gelas kopi menjadi tantangan tersendiri untuk lambung apalagi minum kopi sebelum makan pagi. Pekerjaan Barista menjadi sangat rawan terkena sakit maag.

Solusi Sakit Maag
Muhammad Aga – Indonesia Barista Championship 2018 WInner (Sumber: Instagram)

Muhammad Aga adalah merupakan salah satu barista profesional yang menorehkan prestasi dalam kejuaraan dunia barista 2018 dimana sebelumnya berprestasi di Indonesia Barista Championship 2018 di bulan Maret lalu berbagi solusi sakit maag bagi peminum kopi pemula.

Dengan menekuni profesi sebagai barista, resiko kalibrasi rasa kopi setiap hari adalah merupakan rutinintasnya.

Berawal dari 5-8 cangkir hingga akhirnya menjadi belasan hingga puluhan kopi dalam menjalankan profesinya sebagai barista. Hingga Aga mencoba kemampuannya mengikuti barista battle hingga mengikuti kejuaraan Indonesia Barista Championship di bulan Maret 2018 kemarin dan dipercaya sebagai wakil Indonesia di kejuaraan bertaraf internasional..

Seiring dengan perjalanannya, Muhammad Aga yang awalnya bekerja di suatu coffee shop di Jakarta pada tahun 2015 telah mempunyai coffee shop sendiri yang bernama Coffee Smith Jakarta Coffeeshop & Roastery di daerah Duren Tiga, Jakarta.

Menurut Aga, kopi yang tidak diolah dengan baik bisa menjadi penyebab sakit maag atau terlalu banyak dikonsumsi ketika perut kosong adalah penyebab penyakit maag setelah minum kopi. Buat yang punya gangguan lambung akan bisa kembali menikmati harinya dan tetap produktif setelah mengkonsumsi Promag. Karena Promag hadir sebagai solusi sakit maag.  minum kopi tanpa sakit maag, siapkanlah Promag yang tersedia dalam bentuk Promag Cair, Promag Tablet hingga Double Action

Membawa Promag kemana-mana untuk antisipasi mengurangi sakit maag, tapi kita juga harus tahu gejala-gejala gangguan lambung / sakit maag itu seperti apa saja:

  • Rasa panas pada perut bagian atas
  • Cepat kenyang ketika makan dan rasa kenyang berkepanjangan setelah makan
  • Mual
  • Kembung pada perut bagian atas
  • Refluks (kembalinya makanan atau cairan dari lambung ke kerongkongan)
  • Sering bersendawa
  • Muntah
  • Nyeri ulu hati atau rasa panas dan nyeri di tengah dada yang muncul ketika atau setelah makan

Sakit maag yang disertai dengan gejala rasa panas di dalam dada akibat naik asam lambung ke kerongkongan adalah gejala yang paling sering terjadi.

Akan lebih buruk ketika penderita sakit maag mengalami stress. Selain stress, masuknya udara lewat mulut ketika mengkonsumsi makanan juga bisa membuat perut semakin kembung dan frekuensi sendawa semakin sering.

Dari segi kesehatan, kopi memang selalu disebut sebagai minuman pemicu asam lambung yang cukup bersiko buat orang yang punya sakit maag. Kandungan kafein yang terdapat di dalam kopi memang menyebabkan meningkatnya produksi asam lambung dan perdagangan pada lambung.

Kafein juga dapat membuat cincin otot kerongkongan rileks pada bagian bawah sehingga asam  lambung dapat naik sampai ke kerongkongan, seperti yang dialami oleh orang yang terkena GERD (Refluks asam lambung), dada atau tenggorokan terasa panas dan terbakar (heartburn).

Meskipun banyak kedai kopi yang menawarkan kopi dengan kafein rendah (dekafein) tapi tetap tidak memberikan pengaruh bagi orang yang penderita sakit maag.

 

Solusi Sakit Maag

Bagi mereka yang berprofesi sebagai barista profesional, pecinta kopi ataupun peminum kopi pemula tidak usah takut kena gangguan lambung / sakit maag karena ada Promag Ahlinya Lambung yang selalu berupaya memberikan solusi inovatif supaya orang yang punya sakit maag bisa menikmati harinya dengan indah dan produktif.

Secangkir kopi bisa memberikan begitu banyak insipirasi, menghidupkan kebahagiaan dan membangun kehangatan besilaturahmi

 

Waktu Terbaik Minum Kopi

Secangkir teh atau kopi hangat memang paling nikmat diminum saat pagi hari. Tapi ternyata bukan minuman yang paling baik dikonsumsi begitu kamu bangun dari tidur. minum kopi, teh atau minuman berkafein lain sebaiknya tidak di pagi hari, tapi menjelang siang.

Para ilmuwan telah melakukan penelitian dan mendapatkan bahwa waktu paling baik untuk menikmati kopi/teh setiap hari adalah antara pukul 9.30 dan 11.30 siang. Sebab saat masuk ke dalam tubuh, kafein akan bereaksi dengan hormon kortisol yang membantu mengatur jam kerja tubuh dan meningkatkan kewaspadaan.

Saat pagi hari, hormon kortisol biasanya meningkat secara alami setelah bangun tidur dan levelnya akan tetap tinggi hingga beberapa jam kemudian. Hormon kortisol paling tinggi antara pukul 8-9 pagi, oleh sebab itu tidak perlu lagi mengasup minuman berkafein di waktu tersebut. Sebab minum kopi ketika level kortisol sedang tinggi-tingginya bisa membuat tubuh ‘kecanduan’.

Di kemudian hari, tubuh akan ‘meminta’ jumlah kortisol yang lebih banyak lagi sehingga seseorang merasa harus minum kopi atau teh dulu agar tubuhnya lebih segar. Lama-kelamaan keinginan tubuh akan kafein meningkat dari hari ke hari dan memungkinkan Anda untuk minum kafein lebih dari satu gelas sehari. Seperti diketahui, terlalu banyak konsumsi kafein bisa memicu detak jantung yang akibatnya bisa kurang baik bagi kesehatan jantung.

Steven Miller, seorang ahli syaraf di Uniformed Services University of the Health Sciences di Bethesda, Maryland mengatakan, minuman berkafein akan lebih baik jika dikonsumsi setelah pukul 9 pagi untuk membantu menjaga produksi hormon kortisol tetap stabil. Tidak naik, juga tidak menurun.

“Salah satu prinsip kunci di dunia farmasi adalah menggunakan obat atau suplemen ketika dibutuhkan saja. Jika tidak, tubuh akan menjadi ‘bertoleransi’ terhadap obat itu dalam jumlah yang sama. Dengan kata lain, satu cangkir kopi yang sama di pagi hari akan terasa tidak terlalu efektif dan membuat Anda beralih ke espresso yang lebih kuat,” ujar Steven, seperti dikutip dari Telegraph.

Steven menyimpulkan hal tersebut setelah menelaah bukti dan hasil penelitian tentang perubahan kortisol pada tubuh dalam satu hari. Kortisol adalah hormon yang diproduksi banyk ketika seseorang merasa stres. Fungsinya adalah mengubah cadangan energi menjadi glukosa sehingga bisa digunakan oleh sel-sel tubuh. Lonjakan energi yang dilepaskan di pagi hari akan meningkatkan kewaspadaan tapi di waktu yang sama juga menimbulkan rasa lapar. Seiring berjalannya waktu, level kortisol akan menurun dengan sendirinya sehingga kewaspadaan berkurang. Saat itulah khasiat minuman kafein akan lebih efektif.

Selain antara pukul 8 dan 9, hormon kortisol juga akan meningkat lagi saat siang setelah pukul 13.00, dan 17.30 hingga 18.30. Itulah sebabnya ketimbang pagi hari, minum kopi menjelang siang atau sore hari akan lebih baik. Sebab kopi bisa membantu mengimbangi jeda ketika level kortisol dalam tubuh menurun.

“Di pagi hari, minuman kopi Anda mungkin akan berguna paling efektif jika dinikmati antara pukul 9.30 dan 11.30, ketika tingkat kortisol menurun drastis sebelum meningkat lagi di siang harinya,” saran Steven.

Nah jadi kapan kita minum kopi bareng?

 

 

Bagaimana Menurut Kamu?